PEHCHAN
PEHCHAN
— Sang Penenun Rasa —
"Segalanya bermula dari pendar emas Hanuman dan melodi lama yang memikat hati seorang gadis kecil berusia tiga tahun..."
Dilahirkan di Surabaya pada 18 Maret 1988, sosok di balik nama pena Ismy Ruheen ini memiliki nama asli Ismiati Rohmah. Ia adalah seorang pembelajar otodidak yang memandang dunia sebagai kanvas tak terbatas. Baginya, sebuah novel bukanlah sekadar deretan kata, melainkan film yang berputar hidup di dalam benaknya.
Dilahirkan di Surabaya pada 18 Maret 1988, sosok di balik nama pena Ismy Ruheen ini memiliki nama asli Ismiati Rohmah. Ia adalah seorang pembelajar otodidak yang memandang dunia sebagai kanvas tak terbatas. Baginya, sebuah novel bukanlah sekadar deretan kata, melainkan film yang berputar hidup di dalam benaknya.
Kemampuan imajinasi visual ini membawanya bertransformasi: dari seorang seniman sketsa realis yang menari dengan pensil grafit, kini menjadi kreator visual AI yang mentransmisikan rasa ke dalam bentuk rupa. Dengan pengaruh ketajaman narasi Sidney Sheldon dan keajaiban dunia J.K. Rowling, ia melahirkan gaya penulisan yang unik—sebuah perpaduan detail bahasa tubuh dengan napas estetika Bollywood dan Urdu.
Goshah-e-Ehsas (Sudut Perasaan) didirikan di usianya yang ke-37 sebagai pelabuhan terakhir bagi seluruh karyanya. Ini bukan sekadar galeri, melainkan rumah di mana tulisan, seni visual, dan benda-benda penuh rasa (Souvenir of Feeling) menyatu dalam satu harmoni puitis.
Salam hangat,
Ismiati Rohmah (Ismy Ruheen)


