Prolog EHSAS: Menjelma simfoni kehampaan yang dialiri warna-warna asing di palung kesunyian. EHSAS: Gema yang...

EHSAS : Gema yang Tak Pernah Benar-benar Pergi

/
0 Comments

 

Siluet transparan di tengah ruangan gelap dengan pendaran nebula warna-warni yang mengalir dari dada, melambangkan gema perasaan EHSAS dalam kesunyian malam.
Prolog EHSAS: Menjelma simfoni kehampaan yang dialiri warna-warna asing di palung kesunyian.

EHSAS: Gema yang Tak Pernah Benar-benar Pergi

(Simfoni rasa yang bergaung di kedalaman hening)


Di senyapnya malam, getaran halus menyentuh hening—membangunkanku. Sisa rasa yang mengendap di dada, kini bergaung lirih di palung telinga; menjelma simfoni kehampaan yang belum sempat kuberi nama.

Ada bayangan meluruh tanpa jejak, namun ia menitipkan kanvas purba—ruang kosong yang kini dialiri warna-warna asing. Warna yang merambat pelan, meresap ke dalam celah hasrat yang diam.

Dan dalam kesunyian ini, aku hanyalah pendengar setia bagi gema yang tak pernah benar-benar pergi.

"Sebab rasa adalah bahasa yang tak butuh diterjemahkan, ia cukup didengarkan dalam sunyi."

Ismy Ruheen



You may also like

Tidak ada komentar: