EHSAS | Gema yang Tak Pernah Benar-benar Pergi
EHSAS
Di senyapnya malam, getaran halus menyentuh hening—membangunkanku.
Sisa rasa yang mengendap di dada, kini bergaung lirih di palung telinga;
menjelma simfoni kehampaan yang belum sempat kuberi nama.
Ada bayangan meluruh tanpa jejak, namun ia menitipkan kanvas purba—
ruang kosong yang kini dialiri warna-warna asing.
Warna yang merambat pelan, meresap ke dalam celah hasrat yang diam.
Dan dalam kesunyian ini,
aku hanyalah pendengar setia bagi gema yang tak pernah benar-benar pergi.
"Sebab rasa adalah bahasa yang tak butuh diterjemahkan, ia cukup didengarkan dalam sunyi."
— Ismy Ruheen
Nook of Feeling, Room of Art

Gabung dalam percakapan